Sinergitas TNI Angkatan Laut dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Gagalkan Penyelundupan Barang Branded di Nunukan
Sinergitas antara TNI Angkatan Laut dan Bea Cukai kembali menunjukkan hasil nyata dalam menjaga kedaulatan serta stabilitas ekonomi negara di wilayah perbatasan. Tim gabungan yang terdiri dari Quick Response Lanal Nunukan dan Bea Cukai Nunukan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan berbagai barang bermerek dari wilayah Malaysia menuju Nunukan melalui jalur laut.
Penggagalan tersebut berlangsung pada Sabtu (14/02/2026) di Dermaga Tradisional Yamaker. Keberhasilan ini berawal dari informasi intelijen yang diterima Tim Quick Response Lanal Nunukan mengenai rencana pengiriman barang dari kawasan Simpang Tiga Malaysia. Informasi itu segera ditindaklanjuti dengan koordinasi intensif bersama Bea Cukai Nunukan untuk memastikan langkah penindakan dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur hukum.
Tim gabungan kemudian melakukan pemeriksaan terhadap KM Cahaya Jamaker (GT 28) yang bersandar di dermaga. Dari pemeriksaan fisik muatan kapal, petugas menemukan empat kardus besar dan dua koper berisi berbagai barang branded tanpa dokumen kepabeanan yang sah.
Barang-barang tersebut meliputi tas, sepatu, dompet, jam tangan, hijab, parfum, hingga aksesoris fashion dari sejumlah merek internasional seperti Adidas, Nike, Puma, Dior, serta Bonia.
Seluruh barang yang diduga hasil penyelundupan tersebut langsung diamankan dan dibawa ke Kantor Bea Cukai Nunukan untuk proses pemeriksaan lanjutan, pendataan, dan penindakan sesuai ketentuan hukum. Penindakan ini tidak hanya bertujuan menegakkan hukum, tetapi juga melindungi penerimaan negara dari potensi kerugian akibat tidak dibayarkannya bea masuk dan pajak impor.
Mengacu pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan, setiap pihak yang memasukkan barang dari luar negeri tanpa memenuhi kewajiban kepabeanan dapat dikenakan sanksi pidana maupun administrasi. Oleh karena itu, tindakan tegas terhadap praktik penyelundupan menjadi bagian penting dalam menjaga tertib niaga dan stabilitas ekonomi nasional, khususnya di wilayah perbatasan.
Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen serta soliditas aparat dalam mengawal perairan perbatasan Kabupaten Nunukan dari aktivitas ilegal. Sinergitas yang terbangun diharapkan tidak hanya memperkuat pengawasan maritim, tetapi juga memberi efek jera bagi para pelaku penyelundupan.
