Nunukan Siap Sambut Penjemputan Deportasi PMI Terbanyak Tahun Ini
Nunukan Siap Sambut Penjemputan Deportasi PMI Terbanyak Tahun Ini
Nunukan, 7 Februari 2026 — BP3MI Nunukan menggelar rapat koordinasi dengan instansi terkait untuk persiapan kegiatan penjemputan pekerja migran Indonesia (PMI) yang akan dideportasi dari Malaysia. Rapat yang dimediasi media LKGSAI Nunukan ini berlangsung hari ini, membahas rencana deportasi yang diperkirakan menjadi yang terbanyak dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data yang diterima, sebanyak 350 orang deportan dari Kota Kinabalu (melalui KBRI) dan 221 orang dari Konsulat Tawau akan dipulangkan, sehingga total 531 PMI akan kembali ke Indonesia jika tidak ada perubahan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memulangkan PMI yang berada di Malaysia secara ilegal.
Kepala BP3MI Nunukan, Andi, menyatakan bahwa Kabupaten Nunukan berperan sebagai tempat persinggahan sementara sebelum para PMI dipulangkan ke daerah asal masing-masing. “Sinergi antara KBRI Kinabalu, Konsulat Tawau, dan instansi di Nunukan sangat penting agar proses penjemputan dan pemulangan berjalan lancar dan aman,” jelasnya.
Rapat koordinasi membahas beberapa aspek penting, termasuk:
- Pemeriksaan kesehatan untuk mengantisipasi isu virus yang ramai di media sosial.
- Proses keimigrasian para deportan dengan melibatkan Kantor Imigrasi Nunukan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Polres Nunukan, Kodim 0911, Dan Lanal Nunukan, Bea Cukai, dan Dinas Sosial.
- Antisipasi kesehatan dan keamanan di Rusunawa dan balai penampungan, termasuk penggunaan masker bagi petugas dan penyemprotan disinfektan.
- Dokumentasi dan data kependudukan, dengan peran aktif dari Dinas Capil Nunukan untuk memastikan warga yang berasal dari Nunukan tercatat dengan baik.
Tahun 2025, BP3MI Kaltara telah memulangkan 2.350 PMI bermasalah dari Malaysia. Kepala BP3MI Nunukan berharap, penjemputan tahun 2026 akan berjalan lebih lancar. Ia juga menekankan pentingnya jalur resmi bagi calon PMI: hampir 80% PMI deportasi tidak memiliki dokumen lengkap, sehingga prosedur resmi menjadi prioritas agar keamanan dan hak mereka terlindungi.
Kegiatan ini menunjukkan perhatian besar dari berbagai pihak, termasuk petugas di balai penampungan, tenaga kesehatan, dan seluruh instansi terkait, demi keselamatan dan kepulangan PMI ke tanah air.
Tim LKGSAI Nunukan turut mendokumentasikan kegiatan ini sebagai bentuk dukungan dan pengawasan terhadap jalannya proses pemulangan.
tim siti nunukan




