Diduga Mesum di Penginapan, Oknum Kepala Sekolah Berdamai dengan Aparat dan Ormas: Ada Dugaan Pemerasan
Tulang Bawang Barat — (06/10/2025)
Sebuah kabar memalukan kembali mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Seorang oknum kepala sekolah dasar di Kecamatan Gunung Agung diduga tertangkap basah oleh aparat kepolisian saat sedang berduaan dengan seorang wanita di sebuah penginapan. Wanita tersebut disebut-sebut bukan istrinya, melainkan selingkuhannya.
Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, penggerebekan terjadi pada malam hari dan dilakukan oleh anggota Polsek setempat. Namun, bukannya kasus ini dilanjutkan ke proses hukum, justru berakhir dengan “perdamaian” yang menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat.
Dalam keterangannya kepada salah satu wartawan, oknum kepala sekolah berinisial A mengaku bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan, termasuk dengan pihak kepolisian dan juga sejumlah ormas yang ikut terlibat dalam penanganan awal kasus tersebut.
Namun yang mengejutkan, A secara terbuka mengaku telah mengeluarkan uang mencapai Rp120 juta untuk menyelesaikan masalahnya.
“Saya sudah kasih Rp80 juta ke oknum polisi dan Rp40 juta ke ormas yang ikut datang waktu itu. Katanya biar masalahnya nggak naik ke media dan bisa selesai secara baik-baik,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut sontak memunculkan dugaan kuat adanya tindak pidana pemerasan oleh oknum aparat dan oknum ormas terhadap sang kepala sekolah. Jika benar demikian, maka persoalan ini bukan lagi sekadar pelanggaran moral, tetapi juga sudah masuk ke ranah pidana serius yang mencederai prinsip keadilan dan integritas lembaga penegak hukum.
Beberapa pihak di Tulang Bawang Barat menyayangkan sikap aparat yang seharusnya menegakkan hukum, bukan justru memanfaatkan situasi untuk mengambil keuntungan pribadi.
“Kalau memang bersalah secara moral, proses saja sesuai aturan. Tapi kalau benar ada pemerasan, ini harus diusut tuntas. Jangan sampai aparat bermain di balik kasus,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebut namanya.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Polsek Gunung Agung maupun pihak terkait lainnya. Namun, publik menanti langkah tegas dari Kapolres Tulang Bawang Barat dan pihak Propam Polda Lampung untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran etik dan hukum ini.
Kasus ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan dan penegakan hukum di daerah. Kepala sekolah sebagai figur panutan justru terlibat dalam skandal moral, sementara aparat yang seharusnya menegakkan aturan malah diduga ikut bermain kotor di balik meja.
Masyarakat berharap agar Polda Lampung dan lembaga pengawas internal Polri segera turun tangan melakukan penyelidikan menyeluruh. Jangan sampai kasus ini hanya menjadi “angin lalu” yang ditutupi dengan dalih damai, sementara kebenaran dikubur bersama uang sogokan.
Jika dugaan pemerasan ini terbukti, maka baik oknum polisi maupun oknum ormas yang terlibat harus dijerat dengan pasal pemerasan dan penyalahgunaan wewenang sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
tim lkgsai
