Ketua Umum KGSAI,,Pergeseran budaya politik
Jakarta kgsai – Ketua Umum Lembaga Komado Garuda Sakti Aliansi Indonesia mengemukakan sistem politik Indonesia perlu dievaluasi secara total agar cita-cita membangun peradaban bangsa dapat tercapai.
“Menurut edi munadi, setelah melihat secara menyeluruh berjalannya sistem politik kita, terlihat makin tidak inklusif dan harus ada evaluasi total untuk memperbaikinya,” kata edi dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
ketua umum KGSAI itu melihat pelaksanaan demokrasi Indonesia semakin mahal. Kondisi ini berujung pada praktik politik yang semakin kurang inklusif.
Menurut edi, sistem politik Indonesia saat ini semakin bias hanya untuk mereka yang berduit karena demokrasi yang semakin mahal.

Selain itu, pendekatan transaksional dalam praktik politik selama ini semakin menjauh dari high politics.
“Bahkan pemilihan legislatif menjadi ajang jor-joran politik uang,” ujar edi.
Melihat kondisi tersebut, edi mengkhawatirkan akan terjadi pergeseran budaya politik yang cenderung materialistis dan hanya berpihak kepada politisi dengan dukungan modal finansial besar.
“edi khawatir, lama-kelamaan sistem seperti ini akan terbentuk budaya politik yang cenderung materialistis. Hanya mereka dengan modal besar atau didukung investor bermodal besar yang dapat eksis dalam perpolitikan,” katanya.
Edi mengatakan keadaan demikian jelas kontra produktif dengan cita-cita membangun peradaban bangsa yang seharusnya politik adalah alat untuk membangun peradaban, bukan sekadar perebutan kekuasaan tanpa gagasan.
Solusi atas keadaan itu adalah melakukan evaluasi total sistem politik Indonesia agar bangsa Indonesia kembali kepada cita-cita para pendiri Republik Indonesia.
“Politik adalah institusi untuk memperjuangkan terwujudnya cita-cita bangsa Indonesia,” katanya.
Gagasan ini disampaikan edi pada diskusi politik bertema “Pilkada 2024 dan masa depan demokrasi lokal” di Jakarta, sabtu
salam pilkada damai, bersama Lembaga komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia dan Badan Garuda Sakti Aliansi Indonesia , Bersama Badan peneliti Aset Rakyat,,, bekerja sama dengan PT Media komando garuda sakti Aluiansi Indonesia dan PT media KGS Aliansi INdonesia
