LKGSAI Gandusari Monitoring Revitalisasi SDN Sumberagung 3, Sejumlah Catatan Teknis Jadi Perhatian
BLITAR — Pelaksanaan program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan di SDN Sumberagung 3, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, mendapat perhatian dari Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI). Ketua DPC LKGSAI bersama sekretaris turun langsung ke lokasi untuk melakukan monitoring dan melihat perkembangan pelaksanaan program revitalisasi di sekolah tersebut.
Kegiatan monitoring tersebut merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial LKGSAI dalam ikut mengawal pelaksanaan program pemerintah, khususnya program yang berkaitan dengan pembangunan dan peningkatan kualitas fasilitas pendidikan. Kehadiran LKGSAI di lapangan dimaksudkan untuk melihat secara langsung kondisi pekerjaan sekaligus memberikan masukan apabila ditemukan hal-hal yang masih perlu mendapatkan perhatian.
Setibanya di SDN Sumberagung 3, Ketua DPC LKGSAI bersama sekretaris diterima oleh Zaki, salah seorang guru di sekolah tersebut. Dalam kesempatan itu, tim LKGSAI menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan untuk melakukan monitoring terhadap pelaksanaan program revitalisasi.
Sementara itu, Kepala SDN Sumberagung 3, Bu Margi, tidak berada di tempat saat kegiatan monitoring berlangsung. Berdasarkan informasi yang diterima tim, kepala sekolah sedang menghadiri rapat di Korwil Kecamatan Gandusari.
Meski kepala sekolah tidak berada di lokasi, kegiatan monitoring tetap dilaksanakan dengan melihat kondisi pekerjaan secara langsung dan menggali informasi dari pihak sekolah yang berada di tempat.
LKGSAI Berikan Sejumlah Masukan
Dalam monitoring tersebut, Ketua DPC LKGSAI bersama sekretaris mencermati beberapa bagian pekerjaan yang sedang maupun telah dilaksanakan. Dari hasil pengamatan awal, tim menemukan sejumlah hal yang menurut mereka masih perlu diperhatikan agar pelaksanaan program revitalisasi dapat berjalan secara maksimal.
Beberapa aspek pekerjaan dinilai masih perlu disesuaikan dengan analisis teknis dan perencanaan pekerjaan. Catatan tersebut kemudian disampaikan oleh Ketua DPC LKGSAI kepada pihak sekolah sebagai bahan perhatian dan evaluasi.
LKGSAI menilai bahwa program revitalisasi sekolah bukan hanya mengenai terselesaikannya pembangunan secara fisik, tetapi juga menyangkut kualitas hasil pekerjaan, ketepatan teknis, keamanan, fungsi bangunan, serta kesesuaian antara pekerjaan di lapangan dengan perencanaan yang telah ditetapkan.
Karena itu, setiap tahapan pekerjaan diharapkan benar-benar memperhatikan standar teknis yang berlaku sehingga hasil revitalisasi nantinya dapat digunakan dalam jangka panjang dan memberikan manfaat bagi seluruh warga sekolah.
Ketua DPC LKGSAI menegaskan bahwa monitoring tersebut dilakukan bukan untuk mencari kesalahan pihak tertentu. Sebaliknya, LKGSAI ingin memastikan bahwa program pemerintah yang menggunakan anggaran negara dapat dilaksanakan secara baik, transparan, dan memberikan hasil yang maksimal.
Menurutnya, apabila dalam pelaksanaan ditemukan bagian yang masih kurang atau belum sesuai dengan analisis teknis, maka sebaiknya segera dilakukan evaluasi dan perbaikan sebelum pekerjaan dinyatakan selesai.

Pentingnya Kualitas, Bukan Sekadar Penyelesaian Pekerjaan
Program revitalisasi sekolah memiliki tujuan penting dalam mendukung proses belajar mengajar. Kondisi bangunan dan fasilitas sekolah yang baik akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik.
Oleh sebab itu, LKGSAI berharap seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program dapat mengedepankan kualitas pekerjaan.
Pekerjaan yang secara kasat mata terlihat sudah selesai belum tentu berarti seluruh aspek teknis telah terpenuhi. Menurut LKGSAI, diperlukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk memastikan setiap pekerjaan sesuai dengan spesifikasi dan perencanaan.
Hal tersebut menjadi salah satu alasan DPC LKGSAI melakukan monitoring secara langsung ke sekolah.
Tim LKGSAI juga menyampaikan kepada pihak sekolah agar setiap catatan yang ditemukan dapat dikomunikasikan kepada pihak terkait. Jika terdapat persoalan teknis yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut, maka dapat dilakukan koordinasi dengan tenaga teknis atau pihak yang memiliki kewenangan dan kompetensi.
Dengan demikian, setiap permasalahan dapat diselesaikan melalui mekanisme yang tepat dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari.
DPC LKGSAI Akan Terus Kawal
Kegiatan monitoring di SDN Sumberagung 3 juga menjadi bagian dari komitmen DPC LKGSAI untuk terus menjalankan fungsi pengawasan sosial terhadap berbagai program pembangunan di wilayahnya.
LKGSAI menyatakan bahwa pengawasan masyarakat diperlukan agar program pemerintah benar-benar mencapai sasaran. Terlebih program revitalisasi sekolah berkaitan langsung dengan kepentingan pendidikan dan masa depan generasi penerus.
Ketua DPC LKGSAI bersama sekretaris juga mengingatkan bahwa seluruh pihak hendaknya terbuka terhadap masukan dan evaluasi. Kritik maupun masukan yang disampaikan secara konstruktif diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan pembangunan.
“Kami datang untuk melakukan monitoring dan memberikan masukan. Kalau ada bagian yang menurut analisis kami masih perlu diperhatikan secara teknis, tentu kami sampaikan. Tujuannya agar hasil revitalisasi ini benar-benar maksimal dan bermanfaat bagi sekolah,” demikian disampaikan dalam kegiatan monitoring tersebut.
LKGSAI juga berharap pihak sekolah, pelaksana kegiatan, serta pihak terkait lainnya dapat terus melakukan koordinasi selama proses revitalisasi berlangsung.
Tidak Ingin Ada Pekerjaan yang Terlewat
Menurut LKGSAI, proses pengawasan tidak seharusnya hanya dilakukan setelah pekerjaan selesai. Monitoring sejak pelaksanaan masih berlangsung justru dinilai penting karena apabila ditemukan kekurangan, masih terdapat kesempatan untuk melakukan pembenahan.
Hal-hal yang berkaitan dengan kualitas material, metode pengerjaan, ketepatan ukuran, konstruksi, keselamatan, maupun aspek teknis lainnya harus menjadi perhatian sesuai dengan dokumen perencanaan dan ketentuan yang berlaku.

LKGSAI juga menegaskan bahwa setiap temuan di lapangan perlu ditempatkan secara objektif. Catatan hasil monitoring bukan berarti langsung menyatakan adanya pelanggaran, melainkan menjadi bahan evaluasi yang perlu diklarifikasi kepada pihak yang berwenang.
Dengan pendekatan tersebut, LKGSAI ingin memastikan fungsi kontrol sosial tetap berjalan secara profesional dan tidak menghakimi pihak tertentu.
Kepala Sekolah Tidak Berada di Lokasi
Dalam monitoring tersebut, LKGSAI mencatat bahwa Kepala SDN Sumberagung 3, Bu Margi, tidak dapat ditemui secara langsung karena sedang mengikuti rapat di Korwil Kecamatan Gandusari.
LKGSAI menghormati agenda kedinasan tersebut. Informasi mengenai hasil monitoring dan sejumlah masukan yang disampaikan diharapkan nantinya dapat diteruskan kepada kepala sekolah untuk menjadi bahan perhatian.
Apabila diperlukan, LKGSAI membuka ruang komunikasi untuk melakukan koordinasi kembali dengan pihak sekolah maupun pihak terkait guna mendapatkan penjelasan yang lebih lengkap mengenai pelaksanaan program revitalisasi.
Mengawal Program Pemerintah Agar Tepat Sasaran
LKGSAI menegaskan kembali bahwa keberadaan organisasi di tengah masyarakat salah satunya adalah untuk menjalankan fungsi kontrol sosial. Pengawasan tersebut dilakukan terhadap berbagai program yang menyangkut kepentingan masyarakat, termasuk sektor pendidikan.
Program revitalisasi sekolah merupakan program yang memiliki nilai strategis. Karena itu, masyarakat berhak mengetahui bahwa pelaksanaannya berjalan sesuai perencanaan dan memberikan hasil yang berkualitas.
DPC LKGSAI berharap semua pihak dapat bersama-sama menjaga kualitas pembangunan pendidikan. Tidak hanya mengejar target penyelesaian pekerjaan, tetapi juga memastikan hasil pekerjaan memenuhi standar yang ditetapkan dan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Hasil monitoring di SDN Sumberagung 3 selanjutnya menjadi catatan bagi DPC LKGSAI untuk terus melakukan pemantauan. Jika ditemukan hal-hal yang membutuhkan klarifikasi lebih lanjut, LKGSAI akan berupaya melakukan komunikasi dengan pihak terkait terlebih dahulu.
Dengan adanya monitoring tersebut, diharapkan program revitalisasi di SDN Sumberagung 3 dapat berjalan dengan baik, transparan, sesuai perencanaan dan analisis teknis, serta menghasilkan fasilitas pendidikan yang aman, layak, dan nyaman bagi para siswa maupun tenaga pendidik.
LKGSAI menegaskan, pengawasan bukan untuk menghambat pembangunan, melainkan memastikan setiap program pembangunan yang diperuntukkan bagi masyarakat benar-benar menghasilkan manfaat yang maksimal.
