PERIHAL : LAPORAN PERISTIWA KEJADIAN MENONJOL TERKAIT KONSUMSI MBG
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Dengan hormat,
Berikut kami sampaikan laporan kejadian menonjol yang terjadi di wilayah Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, terkait dugaan keracunan akibat konsumsi makanan program MBG, dengan rincian sebagai berikut:
I. WAKTU DAN TEMPAT KEJADIAN
- Hari : Selasa
- Tanggal : 30 September 2025
- Tempat : SPPG Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan
II. DATA DAN FAKTA
- Nama : Partiwi Hariyati
- Jabatan : Kepala SPPG
III. KRONOLOGI KEJADIAN
Selasa, 30 September 2025
- Pukul 15.00 WITA – Telur dan tahu tiba di lokasi. Dilakukan pengecekan kualitas dan penimbangan. Hasil pengecekan: bahan dalam kondisi aman.
- Pukul 17.00 WITA – Sayur dan buah semangka tiba, dilakukan pengecekan kualitas, penimbangan, dan penyimpanan di gudang basah.
- Pukul 20.00 WITA – Proses perebusan telur.
- Pukul 20.20 WITA – Pemotongan bahan sayuran, kemudian disimpan di ruang persiapan.
- Pukul 22.30 WITA – Telur dikupas dan disimpan di ruang persiapan.
- Pukul 02.00 WITA – Tim pengolahan mulai mengolah nasi dan tahu tahap pertama.
- Pukul 03.00 WITA – Pengolahan sayur tahap pertama.
- Pukul 04.00 WITA – Pengolahan tahap kedua.
- Pukul 05.00 WITA – Proses pemorsian dimulai.
- Pukul 07.30 WITA – Distribusi tahap pertama, dilakukan penghitungan dan pemindahan ompreng ke mobil distribusi.
- Pukul 09.00 WITA – Distribusi tahap kedua.
- Pukul 08.30 WITA – Ahli gizi melakukan uji organoleptik terhadap sampel makanan; hasil uji menunjukkan tidak ada perubahan warna maupun rasa.
- Pukul 14.00 WITA – Kepala SPPG menerima laporan dari Kepala Sekolah SDN 004 Sebatik Tengah bahwa terdapat siswa yang mengalami muntah-muntah setelah mengonsumsi makanan.
- Siswa yang terdampak dibawa ke puskesmas terdekat dan ditangani oleh tenaga medis.
- Pukul 15.00 WITA – Kepala SPPG dan Asisten Lapangan melakukan konfirmasi ke puskesmas dan sekolah penerima manfaat lain. Hasilnya, terdapat siswa di sekolah lain yang juga mengalami gejala serupa.
- Pukul 17.00 WITA – Tim SPPG (Kepala SPPG, AK, AG, dan Aslap) melakukan identifikasi awal. Diduga penyebabnya adalah penanganan telur rebus yang dikupas terlalu awal dan dibiarkan terlalu lama di suhu ruang sebelum disajikan.
IV. DATA KORBAN TERDAMPAK
1. Puskesmas Aji Kuning
- Total pasien: 81 orang
- Dirujuk: 28 orang (22 ke RS Pratama, 6 ke Puskesmas Sungai Nyamuk)
- Sembuh/pulang: 53 orang
2. RS Pratama
- Total pasien: 36 orang
- Pulang/sembuh: 1 orang
- Rawat inap: 4 orang
- Observasi: 31 orang
3. Puskesmas Sungai Nyamuk
- Total pasien: 16 orang
- Pulang/sembuh: 7 orang
- Observasi: 9 orang
V. KONTAK PERSON
| No | Nama | Jabatan | Nomor HP |
|---|---|---|---|
| 1 | Partiwi Hariyati | Kepala SPPG | 0851-6191-4182 |
| 2 | Reski Amaliah | Ahli Gizi | 0853-9476-7173 |
| 3 | Mardiana | Akuntan | 0853-8859-1247 |
| 4 | Syaiful Fajri | Asisten Lapangan | 0812-5387-4550 |
| 5 | Andi Nova Mukrima W | Dinas Kesehatan | 0821-5862-0932 |
| 6 | Salim | Koramil | 0853-5002-8681 |
| 7 | Ma’ruf | Polres | 0813-4646-5598 |
VI. LANGKAH-LANGKAH YANG DIAMBIL
- Koordinasi antara Kepala SPPG dan Aslap dengan kepala sekolah penerima manfaat.
- Komitmen peningkatan penerapan SOP terutama dalam hal pengecekan bahan baku dan penyimpanan.
- Pengawasan lebih ketat saat proses pengolahan dan pemorsian agar makanan panas tidak langsung ditutup rapat.
- Pemilihan bahan makanan yang lebih tahan lama dan tidak mudah rusak.
- Dinas Kesehatan akan melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan untuk memastikan penyebab pasti kejadian.
VII. ANALISIS DAN KESIMPULAN
Analisis:
- Diduga penyebab utama berasal dari penanganan telur rebus yang tidak sesuai prosedur — dikupas terlalu awal dan dibiarkan terlalu lama di suhu ruang sehingga memungkinkan pertumbuhan bakteri.
Kesimpulan:
- Kepala SPPG akan melakukan klarifikasi mendalam dengan Kelompok Penerima Manfaat (KPM) dan pihak sekolah untuk memastikan kronologi lapangan.
- Prosedur kontrol kualitas bahan baku serta pengawasan proses pengolahan akan diperketat.
- Semua siswa terdampak telah mendapatkan perawatan medis; sebagian besar telah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang.
Demikian laporan ini kami sampaikan sebagai bahan informasi dan evaluasi bersama.
Atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Nunukan, 30 September 2025
Kepala SPPG Sebatik Tengah
(ttd)
Partiwi Hariyati
