Edi Munadi dan LKGSAI Turut Dalam Penggerebekan Tambang Ilegal di Srumbung, Magelang
Sinergi Lembaga dan Aparat dalam Menjaga Kedaulatan Sumber Daya Alam Negara
Jakarta, 2 November 2025 — Ketua Umum Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI), Edi Munadi, bersama jajaran lembaganya turut hadir dalam kegiatan penggerebekan tambang ilegal yang dilakukan oleh Bareskrim Polri di wilayah Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu (1/11/2025).
Aksi tersebut merupakan langkah nyata dalam memberantas aktivitas pertambangan ilegal di lereng Gunung Merapi, yang dinilai telah menimbulkan kerugian besar bagi negara dan kerusakan lingkungan yang mengkhawatirkan. Dari hasil penggerebekan, aparat kepolisian menemukan 39 depo penampungan hasil tambang yang berasal dari 36 titik lokasi penambangan ilegal, dengan total nilai transaksi yang mencapai Rp 3 triliun.
Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Moh Irhamni, menyampaikan bahwa nilai transaksi fantastis tersebut merupakan perputaran uang besar yang sama sekali tidak memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara.
“Rekan-rekan ketahui, kurang lebih uang yang beredar untuk 36 titik penambangan ini sekitar Rp 3 triliun. Uang sebesar itu tidak dipungut pajak oleh pemerintah dan tidak membayar kewajiban-kewajiban lainnya,” ujar Brigjen Irhamni dalam keterangan pers di lokasi kejadian.
Kegiatan penambangan ilegal di kawasan rawan bencana seperti lereng Gunung Merapi bukan hanya menimbulkan potensi kerugian ekonomi, tetapi juga ancaman serius terhadap keselamatan warga dan kelestarian alam. Lereng Merapi merupakan kawasan lindung dan wilayah yang harus dikelola dengan izin serta kajian lingkungan yang ketat.
LKGSAI Dukung Langkah Tegas Penegakan Hukum
Ketua Umum LKGSAI, Edi Munadi, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa lembaganya hadir sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil yang peduli terhadap keadilan sosial, kedaulatan ekonomi nasional, dan penegakan hukum lingkungan.
“Kami dari LKGSAI turun langsung mendampingi aparat, memberikan dukungan moral dan ikut memastikan bahwa setiap langkah penindakan berjalan transparan dan sesuai prosedur hukum. Negara tidak boleh kalah oleh para pelaku yang memperkaya diri sendiri melalui eksploitasi ilegal sumber daya alam,” ujar Edi Munadi.
Menurutnya, aktivitas tambang ilegal yang mencapai nilai triliunan rupiah ini menunjukkan adanya jaringan besar dan terorganisir, yang selama ini mungkin telah beroperasi di bawah radar hukum. Ia mengapresiasi ketegasan Bareskrim Polri yang tidak hanya menindak pelaku lapangan, tetapi juga akan menelusuri aliran dana dan pihak-pihak yang terlibat di balik kegiatan tersebut.
“LKGSAI siap bersinergi dengan aparat penegak hukum untuk mengawal penegakan hukum hingga tuntas, termasuk membantu masyarakat di sekitar tambang agar tidak lagi menjadi korban eksploitasi ekonomi,” tambahnya.
Kerusakan Lingkungan Jadi Ancaman Serius
Selain aspek hukum dan ekonomi, Edi Munadi menyoroti dampak ekologis dari tambang ilegal di lereng Merapi. Ia menjelaskan bahwa tambang tanpa izin berpotensi merusak sistem hidrologi, mempercepat erosi, dan meningkatkan risiko bencana banjir lahar serta longsor.
“Gunung Merapi bukan hanya sumber kekayaan alam, tapi juga simbol keseimbangan ekosistem. Bila terus ditambang tanpa kendali, bukan hanya tanah yang rusak, tapi juga masa depan generasi kita,” ujar Edi dengan tegas.
LKGSAI, lanjutnya, akan mendorong kolaborasi lintas lembaga bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Kementerian ESDM, untuk meninjau kembali izin-izin tambang di sekitar kawasan rawan bencana dan memastikan tidak ada lagi praktik tambang liar yang merugikan rakyat.
Komitmen LKGSAI: Bela Negara Lewat Aksi Nyata
LKGSAI menegaskan bahwa penggerebekan ini menjadi momentum penting dalam menegakkan kedaulatan sumber daya alam sebagai bagian dari semangat bela negara. Edi Munadi menekankan bahwa bela negara bukan hanya tugas aparat militer dan kepolisian, melainkan tanggung jawab semua warga negara yang cinta tanah air.
“Kami tidak akan tinggal diam melihat kekayaan alam bangsa dijarah oleh oknum tak bertanggung jawab. Ini bagian dari perjuangan moral untuk menegakkan kebenaran dan keadilan sosial,” katanya.
LKGSAI juga berencana untuk mengadakan investigasi lanjutan dan pendampingan hukum bagi masyarakat yang terdampak aktivitas tambang ilegal tersebut, sekaligus memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan serta memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Sinergi Untuk Negeri
Aksi penggerebekan tambang ilegal di Srumbung ini menjadi bukti bahwa sinergi antara aparat penegak hukum dan lembaga masyarakat seperti LKGSAI mampu memberikan efek nyata dalam menegakkan supremasi hukum. Dengan dukungan moral dan sosial dari masyarakat, upaya pemberantasan kejahatan lingkungan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
LKGSAI menyerukan agar seluruh elemen bangsa bersatu dalam menjaga dan melindungi sumber daya alam Indonesia dari eksploitasi ilegal, demi kesejahteraan rakyat dan keberlangsungan kehidupan generasi mendatang.
Redaksi: Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI)
Editor: Tim Media Nasional LKGSAI
Sumber tambahan: , Bareskrim Polri, LKGSAI Field Report
