“Meraih Kemenangan Dari Diri Sendiri,” menurut Ketua Umum KGSAI
Kemenangan dianggap menyenangkan dan membawa keberuntungan. Seseorang yang mengalahkan orang lain merasa lebih baik, lebih kuat dan tidak ada bandingannya. Dengan kemenangan ini, perasaan minder dan selalu kalah dari orang lain pun hilang. Kurangnya rasa percaya diri juga akan hilang dengan sendirinya. Namun, menghilangkan rasa ragu pada diri sendiri tidaklah mudah. Tidak semua orang berhasil melawan harga diri rendah..
Namun persoalannya akan lain tatkala yang disebut menang itu bukan dari orang lain, tetapi menang dari dirinya sendiri. Dalam menjalani hidup ini, seseorang tidak saja harus berkompetisi dengan orang lain, namun juga berkompetisi, bertanding atau bahkan perang melawan diri sendiri. Tetapi bagaimana mungkin perang melawan diri sendiri itu dilakukan.
Ternyata dalam diri manusia, setidaknya terdapat dua kekuatan yang saling berebut pengaruh. Dua kekuatan itu adalah nafsu dan iman, atau sementara orang menyebut kekuatan jasmani dan kekuatan ruhani. Aspek jasmani menghendaki kebutuhannya selalu terpenuhi. Kebutuhan jasmani itu disebut dengan hawa nafsu. Sementara kekuatan lainnya, yaitu ruhani yang juga disebut ruh, iman, dan nur harus dipelihara.
Kedua kekuatan tersebut, oleh karena selalu tidak sejalan dan bahkan berlawanan, selalu saling berebut untuk dipenuhi. Kebutuhan manusia yang bersifat jasmaniah, tidak selalu mengenal kebenaran, kejujuran, keadilan, dan sifat-sifat mulia lainnya. Bagi jasmani yang terpenting kebutuhannya terpenuhi, sekalipun jalan untuk mendapatkannya tidaklah semestinya. Sementara itu, kebutuhan ruhani justru menghendaki sebaliknya, oleh karena sifat-sifat mulia yang disandangnya.
Sisi spiritual selalu menuntut menjaga kejujuran, keadilan, kemurnian, kasih sayang, menjaga nilai-nilai kemanusiaan, dll. Jadi dua kekuatan masing-masing orang saling bersaing. Jika iman, roh dan terang akhirnya terselamatkan, maka orang yang terlibat dikatakan menang. Artinya kemenangan diri atau kemenangan dalam memaksakan hawa nafsu.. Wallahua’lam.
