HMI NUNUKAN SILATURAHMI DENGAN KAPOLRES, BAHAS DEMOKRASI, ASPIRASI MAHASISWA DAN KAMTIBMAS
NUNUKAN — Dalam rangka mempererat komunikasi sekaligus membangun sinergitas antara mahasiswa dan Kepolisian, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Nunukan melaksanakan kegiatan silaturahmi dengan Kapolres Nunukan, AKBP Ruslaeni, S.H., S.I.K., M.H., pada Jumat, 4 September 2026, sekitar pukul 14.35 WITA.
Kegiatan tersebut berlangsung di ruang kerja Kapolres Nunukan, Jalan M. Aldy No. 09, Kelurahan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan tersebut juga berkaitan dengan penyampaian surat permohonan audiensi HMI Cabang Nunukan kepada Kapolres.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Nunukan AKBP Ruslaeni, S.H., S.I.K., M.H., Kasat Binmas Polres Nunukan AKP Najamuddin, Kasat Intelkam Polres Nunukan IPTU Prabowo Eka Prasetyo, S.H., M.H., Kapolsek Nunukan IPTU Disco Barasa, S.H., M.H., Ketua Umum HMI Cabang Nunukan Andi Baso, Ketua Bidang BDKP Lukman Hakim, serta Auliya, anggota Komisaris Tarbiyah STIT Ibnu Khaldun.
HMI Dorong Ruang Dialog Mahasiswa dan Kepolisian
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum HMI Cabang Nunukan, Andi Baso, menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas kepada Kapolres Nunukan.
Menurut Andi, silaturahmi tersebut menjadi momentum untuk membangun komunikasi sekaligus membuka ruang dialog mengenai berbagai persoalan demokrasi, sosial kemasyarakatan, serta perkembangan isu yang terjadi di Kabupaten Nunukan.
Andi juga menyampaikan keinginan HMI untuk mengundang Kapolres Nunukan dalam kegiatan silaturahmi dan diskusi bersama mahasiswa serta organisasi kepemudaan lainnya.
“Intinya kami ingin membangun komunikasi dan berdiskusi bersama. Kami juga ingin mengundang Bapak Kapolres untuk ngopi bersama mahasiswa dan OKP lainnya, sehingga berbagai persoalan yang ada di wilayah Kabupaten Nunukan dapat dibicarakan secara terbuka,” ujar Andi Baso.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran sebagai kontrol sosial sekaligus agent of change. Karena itu, menurutnya, komunikasi antara mahasiswa, aparat keamanan dan pemerintah perlu terus dibangun agar setiap aspirasi dapat disampaikan secara konstruktif.
Kapolres: Mahasiswa Dipersilakan Menyampaikan Aspirasi
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Nunukan AKBP Ruslaeni menyampaikan dukungannya terhadap berbagai kegiatan positif mahasiswa, termasuk penyampaian aspirasi.
Kapolres menilai bahwa penyampaian aspirasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, ia mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban, mengingat Kabupaten Nunukan memiliki masyarakat yang heterogen dengan berbagai latar belakang suku dan kelompok masyarakat.
“Kapolres tetap mendukung kegiatan teman-teman mahasiswa. Menyuarakan aspirasi itu hal yang positif, sehingga perlu kita diskusikan dan koordinasikan. Kabupaten Nunukan merupakan wilayah yang penduduknya heterogen, semua suku ada di sini. Mari kita jaga ketertiban,” ungkapnya.
Kapolres juga memastikan bahwa pihak kepolisian akan tetap melakukan pengamanan apabila mahasiswa melaksanakan kegiatan penyampaian aspirasi.
“Jika ada niat menyampaikan aspirasi, kami tetap mengamankan jalannya kegiatan dan memastikan berjalan aman. Kami juga akan mengagendakan untuk mengundang mahasiswa melakukan diskusi terkait isu-isu yang berkembang, baik di pemerintahan maupun di internal mahasiswa,” jelasnya.
Menurut Kapolres, apabila terdapat persoalan yang membutuhkan tindak lanjut dari pemerintah maupun instansi terkait, pihak kepolisian dapat membantu menjembatani penyampaian informasi tersebut kepada pihak yang berwenang.
Waspadai Informasi Provokatif di Media Sosial
Dalam pertemuan tersebut, Kapolres Nunukan juga menyoroti perkembangan teknologi informasi dan media sosial yang begitu cepat. Menurutnya, masyarakat perlu semakin cermat dalam menerima maupun menyebarkan informasi.
Ia mengingatkan bahwa informasi yang belum terverifikasi dapat memicu kesalahpahaman bahkan berpotensi mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kapolres juga menyinggung adanya isu di media sosial yang sebelumnya sempat mengaitkan kelompok masyarakat tertentu dengan penghinaan terhadap suku lain. Setelah dilakukan penelusuran, menurutnya, terdapat dugaan penggunaan akun palsu yang berpotensi memancing konflik antarkelompok.
“Kita harus sharing dan mempelajari mana informasi yang baik dan tidak baik. Jangan sampai informasi yang tidak benar atau hasutan disebarkan sehingga membuat situasi Kamtibmas tidak baik dan tidak nyaman serta dapat memecah belah,” tegasnya.
Kapolres meminta mahasiswa, khususnya HMI, ikut berperan membantu menyaring informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Mahasiswa Diminta Ikut Menjaga Kondusivitas
Kapolres Nunukan juga mengingatkan pentingnya koordinasi dalam setiap kegiatan mahasiswa yang melibatkan massa dalam jumlah besar.
Ia berharap para koordinator kegiatan dapat mengenali dan mengetahui anggotanya masing-masing. Hal tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pihak luar yang memanfaatkan kegiatan mahasiswa untuk melakukan tindakan provokatif maupun sabotase.
“Kami harapkan Ketua HMI Nunukan dapat membantu Polres Nunukan menyaring informasi di tengah masyarakat dan mahasiswa pada khususnya. Bijak dalam menggunakan media sosial. Kita antisipasi bersama jika dalam setiap aksi mendatangkan massa,” ujar Kapolres.
Sementara itu, Andi Baso menyampaikan bahwa HMI Nunukan siap terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan aparat kepolisian.
Menurutnya, sinergitas antara mahasiswa sebagai kontrol sosial dengan Kepolisian sangat penting untuk menciptakan ruang demokrasi yang sehat dan tetap menjaga keamanan daerah.
“Kami selalu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan aparat Kepolisian. Banyak ilmu dan pengetahuan yang kami dapat dari Bapak-Bapak Kepolisian. Kita bisa saling mengoreksi diri,” kata Andi.
Ia menambahkan bahwa HMI Nunukan telah menghimpun berbagai hasil diskusi bersama organisasi mahasiswa lainnya terkait sejumlah isu sosial di Kabupaten Nunukan.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal dari komunikasi yang lebih intensif antara HMI, organisasi kepemudaan, Kepolisian dan berbagai pihak terkait dalam membahas persoalan sosial serta pembangunan daerah.
Dengan komunikasi yang terbuka dan sinergitas yang baik, mahasiswa diharapkan tetap dapat menjalankan fungsi kontrol sosial dan menyampaikan aspirasi secara demokratis, sementara keamanan dan kondusivitas Kabupaten Nunukan tetap terjaga.
siti nunukan lkgsai
