Permasalahan Lahan Pak Abat yang Digarap PT Kideco Jaya Agung Diserahkan ke Ketua Intel Tipikor PHRI
Permasalahan Lahan Pak Abat yang Digarap PT Kideco Jaya Agung Diserahkan ke Ketua Intel Tipikor PHRI
Paser, Kalimantan Timur – Persoalan sengketa lahan antara warga bernama Pak Abat dengan pihak PT Kideco Jaya Agung kembali mencuat ke permukaan. Lahan yang diklaim telah dibebaskan oleh perusahaan tambang besar tersebut justru menyisakan tanda tanya besar. Hingga saat ini, tidak ada kejelasan mengenai kepada siapa lahan itu sebenarnya dibebaskan dan atas dasar apa proses tersebut dilakukan.
Alih-alih mendapatkan kepastian hukum, Pak Abat sebagai pemilik sah lahan justru mengalami kriminalisasi. Situasi ini dinilai sarat akan permainan dan skandal dalam proses pembebasan lahan, yang terindikasi kuat adanya praktik mafia tanah di baliknya.
Kuasa Diberikan kepada Ketua Intel Tipikor PHRI
Melihat ketidakadilan yang terus berlangsung, Pak Abat secara resmi memberikan kuasa penuh kepada Andril, Ketua Intel Tipikor PHRI, untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat yang selama ini terpinggirkan.
“Kuasa ini kami berikan agar ada udara segar bagi masyarakat yang sudah lama tertindas oleh mafia lahan. Perjuangan ini bukan hanya untuk kepentingan Pak Abat, tetapi untuk seluruh rakyat yang kerap menjadi korban permainan kotor pembebasan lahan,” ujar perwakilan keluarga Pak Abat.
Kuasa tersebut mencakup langkah hukum atas dugaan penggunaan dokumen segel palsu, serta mekanisme pembebasan lahan yang dianggap cacat prosedur. Saat ini, Andril bersama tim tengah mempersiapkan serangkaian upaya hukum untuk membongkar jaringan mafia lahan yang diduga kuat turut bermain dalam kasus ini.
Dugaan Mafia Lahan di Balik Kasus Kideco
Kasus lahan Pak Abat dinilai hanya puncak gunung es dari persoalan pembebasan tanah di sekitar wilayah tambang PT Kideco Jaya Agung. Indikasi kuat adanya mafia lahan semakin terlihat, terutama karena persoalan semacam ini sering kali muncul namun tidak kunjung tersentuh hukum.
Muncul pertanyaan besar di masyarakat:
Apakah ada motif tersembunyi di balik maraknya persoalan pembebasan lahan di sekitar Kideco?
Siapa aktor intelektual di balik kasus ini?
Apakah ada orang besar yang melindungi mafia lahan sehingga kasus semacam ini terus berulang tanpa penyelesaian?
Tuntutan Keadilan
Masyarakat Kabupaten Paser berharap agar aparat penegak hukum dan pemerintah pusat memberikan perhatian khusus. Mafia lahan yang kerap merugikan rakyat kecil harus diusut tuntas. Sengketa lahan Pak Abat menjadi simbol perjuangan melawan ketidakadilan dan praktik kotor yang masih marak terjadi di daerah.
“Kami ingin keadilan ditegakkan. Jangan biarkan mafia tanah terus menindas rakyat kecil. Perjuangan ini adalah perjuangan panjang melawan ketidakadilan,” tegas Andril, Ketua Intel Tipikor PHRI sekaligus kuasa hukum yang ditunjuk.
sumber dari Muhammad Mihzab SH
